Kesuburan Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menjadikan wilayah tersebut sebagai tempat yang pas untuk pertanian.Selain itu, kesejukannya juga membuat kecamatan hasil pemekaran Ambarawa dan Jambu ini dipenuhi potensi wisata. Seakan tak ada habisnya, beragam lokawisata alam berdiri di sana, salah satunya I’Ampelgading Homeland
IAmpelgading Homeland Bandungan, destinasi wisata di Kabupaten Semarang. (Akun Twitter @JatengOpini) SEMARANG, AYOYOGYA.COM - Kabupaten Semarang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki berbagai destinasi wisata unik yang cocok untuk dikunjungi para wisatawan dari berbagai daerah .
LPPOMMUI Jawa Tengah dengan moto "Halal Is My Style" telah berkontribusi secara nyata dalam membangun budaya halal di Jawa Tengah, Setidaknya masyarakat sudah mulai aware dan care betapa mengkonsumsi halal adalah suatu keniscayaan, kesehatan, kesyariahan dan keberkahan Jl Pandanaran no 126 Semarang, Jawa Tengah. Nomor telepon (024) 8413942
IAmpelgading Homeland Bandungan - Kabupaten Semarang memang merupakan salah satu daerah di Jawa Tengah yang memiliki berbagai destinasi wisata unik yang ten
SEMARANG– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat nilai ekspor dari Jawa Tengah pada Juni 2022 mencapai 1.100,99 juta dolar AS, atau naik 41,02 persen dibanding Mei 2022. Kena 01 Aug yandip prov jateng No Comments
BadanPusat Statistik Provinsi Jawa Tengah (Statistics of Jawa Tengah Province) Jl.Pahlawan No. 6 Telp. 024 - 84804, 8412805 Fax. 024 - 8311195 e-mail : bps3300@bps.go.id. Untuk tampilan terbaik Anda dapat gunakan berbagai jenis browser kecuali IE, Mozilla Firefox 3-, and Safari 3.2- dengan lebar minimum browser beresolusi 275 pixel.
r7IM. Mayoritas orang pasti akan melakukan perjalanan wisata pada hari libur kerja, seperti hari sabtu minggu. Namun, berbeda dengan saya yang mencoba mengunjungi tempat wisata pada hari aktif kerja. Bukan tanpa alasan mengapa saya memilih hari aktif untuk berwisata. Saya saat ini yang masih seorang penikmat pengangguran, menganggap bahwa semua hari bagi saya itu sama, hari libur semua adalah salah satu alasannya. Setelah merampungkan tugas akhir hingga sidang munaqosah di salah satu perguruan tinggi di Semarang, saya menjalankan hari-hari hanya dengan tidur, rebahan, bangun, ibadah, makan, mandi, sesekali menulis, tidur lagi, main PlayStation PS. Hampir bisa dipastikan apa yang saya lakukan itu bisa dinilai oleh khalayak sebagai kegiatan yang unfaedah banget. Dan saya mengamininya. Mungkin dari deretan kegiatan unfaedah yang saya lakukan di atas, berwisata pada hari aktif kerja merupakan kegiatan yang masih berfaedah menurut saya. Suasana wisata I’Ampelgading saat sepi/Mohammad Iqbal Shukri Saya merencanakan dan mengambil keputusan dalam waktu satu hari. Tiba-tiba muncul niat untuk berwisata, tapi tidak tahu mau menentukan wisata apa, yang bagaimana, seperti apa, dan di mana. Saya ambil dan nyalakan handphone, buka aplikasi Instagram menuju kotak pencarian, saya ketik kata kunci wisata di Semarang. Saya pilah-pilih, scroll dari atas ke bawah. Tidak ada yang menarik. Saya mengetik kata kunci lagi, hingga akhirnya mata ini tertuju pada akun instagram wisata I’AMpelgading Homeland. Saya lihat postingannya terlihat menarik dari pemandangannya yang ada deretan gunung-gunung, hingga hamparan rawa pening pun nampak. Menarik menurut saya kala itu. Niat saya kuatkan dan tekad pun saya bulatkan. Selanjutnya saya tentukan hari keberangkatan yang jatuh setelah dua hari penentuan itu. Singkat, padat, niat, dan tekad. Memang saat itu, musim penghujan. Tapi, ya begitulah namanya juga sudah niat. Pada hari keberangkatan berwisata, pagi harinya hujan, kemudian reda sebentar. Dan siang sekitar jam 12, hujan turun lagi meskipun tidak lebat, namun jika digunakan untuk perjalanan dari kos saya hingga tempat wisata tujuan, minimal basah kuyup lah. Tapi meski hujan datang, saya tetap jalan. Untung saja teman saya punya jas hujan. Sialnya, saya yang menyetir motor. Bukan karena takut basah, tapi helm yang saya gunakan tidak ada kaca pelindung wajahnya. Lantas, meskipun hujan rintik disertai angin yang lumayan kencang itu membuat mata saya berasa pedih. Ya sudahlah, nikmati saja, sambil nyetir pelan-pelan, dan menyipitkan mata hanya untuk melihat jarak pandang. Itu saya lakukan sekitar nyaris setengah perjalanan dari jarak kos hingga tempat wisata tujuan. Setengah perjalanan lagi, hujannya reda, kabut putih pun datang, menutupi pemandangan alam dan jarak pandang saya saat menyetir. Lika-liku jalan daerah Limbangan – Sumowono – Bandungan yang naik, turun dan menikung ditambah berkabut itu menguji saya untuk sabar dan sadar. Meskipun pelan, dan sesekali berhenti sejenak untuk istirahat dan melihat google map di handphone, akhirnya sampai tujuan tanpa tersesat. Tapi tetap capek. Manusiawi. Sepi dan Kabut Putih Menyambut Sampai lokasi, saya parkir motor. Dan membayar tiket masuk untuk camp. Per Orang harga tiketnya dua puluh ribu rupiah, parkirnya satu motor lima ribu rupiah. Jika hanya niat wisata saja, biaya masuk hanya sepuluh ribu rupiah per orang. Perasaan saya mulai tidak enak, karena suasana sepi sekali, hanya terdengar mesin pemotong rumput dan terlihat hanya dua motor yang sedang parkir. Saya langkahkan kaki menuju area camp. Sambil melihat, ada deretan warung, di mana setiap warung meletakkan kursi duduk di atas tempat meja makan, dengan posisi kursi terbalik, tanpa ada makanan, dan penjualnya. Ya, semua warung di situ tutup. “Mungkin para penjualnya hanya buka warung saat hari libur saja,” pikirku. Sampai di area camp, saya hanya bisa melihat, petugas yang sedang memotong rumput dengan mesin, beberapa gazebo kecil, tulisan nama tempat wisata I’AMpelgading Homeland, dan selebihnya pemandangan kabut putih yang menutupi objek sekitar. Tidak ada wisatawan sama sekali, nihil. Perasaan dag dig dug dor, terus menghinggapi hati dan pikiran saya, tapi masih bisa tertawa, dan terus bertanya-tanya. “Apa memang benar hanya kita sendiri?” Sambil mencari jawaban sendiri, “Mungkin ini konsekuensi, dari pilihan kita memilih berwisata pada hari aktif kerja.” Jawabku dalam batin dan pikiran yang sudah campur aduk. Proses pendirian tenda/Mohammad Iqbal Shukri Sudahlah, langsung saja kami putuskan untuk mendirikan tenda. Beberapa menit kemudian tenda kami berhasil terpasang. Mendekati magrib, kami melihat ada wisatawan yang berjalan dan membawa perlengkapan camp, dan mereka bergerak mendirikan tenda. Pikiran saya lumayan tidak was-was, “Syukur, ada temannya,” batinku, sembari menghela nafas. Setelah magrib, kami memasak mie instan dan sosis bekal persediaan makanan yang telah kami bawa. Perut kenyang, dilanjut ngobrol sebentar, kemudian kami putuskan untuk tidur, sebab saya melihat pemandangan di luar tenda masih terselimuti oleh kabut. Harapannya, besok pagi cuaca bersahabat dan kami bisa menikmati pemandangan. Belum sampai pagi, saya terbangun dan ingin buang air kecil. Hal yang tidak terduga terjadi. Tempat wisata itu gelap tanpa ada lampu yang menyala, padahal sore itu saat mendirikan tenda, saya sempat melihat di setiap gazebo dilengkapi lampu. Tapi malamnya saat saya terbangun suasana gelap gulita. Saat menuju ke toilet, dan melihat loket masuk tempat berkumpulnya petugas wisata itu, sepi tidak ada orang. Dan melihat ke gerbang wisata, portal telah terkunci dan menghalangi jalur masuk dan keluar wisata. Kami terkunci di dalam area wisata, tanpa ada petugas yang menjaga. Kami bertanya-tanya, dan mencoba menebak-nebak, “Mungkin karena hanya sedikit wisatawan, maka lampu atau listrik tidak dinyalakan, dan petugas berhak pulang. Keamanan diserahkan pada portal yang telah dikunci petugas” ucapku dengan rasa sedikit jengkel dan kecewa. Setelah kembali ke tenda, kami berusaha tidur kembali. Saya khususnya, setelah melihat area wisata yang gelap, tanpa ada petugas yang menjaga, malah timbul pikiran yang negatif dan hati was-was kembali. Berusaha memejamkan mata, tapi tetap tidak bisa tidur. Namun apa boleh buat hanya itu solusinya. Dan saya harus dipaksa menikmatinya hingga pagi. Saya memejamkan mata tapi saya sadar tidak tidur. Dalam keheningan malam itu, saya mendengar tiupan angin kencang, yang sesekali menerpa tenda kami. Suara hewan-hewan di sekitar juga tak mau kalah untuk meramaikan malam yang sunyi itu, seperti jangkrik, belalang, dan suara hewan lainnya. Batin dan pikiran saya berharap supaya secepatnya malam berlalu, berganti pagi hari. Menikmati Keindahan Alam yang Disuguhkan Tuhan Suasana wisata berkabut/Mohammad Iqbal Shukri Adzan subuh tiba, angin-angin yang sepanjang malam riuh itu, seketika berhenti dan seolah hilang tak terdengar. Adzan subuh yang bersumber dari pengeras suara itu adalah sebuah tanda. Sebuah pertanda bahwa pagi telah tiba, batin yang was-was juga seketika ikut mereda, terpenjara tidak bisa tidur akhirnya usai. Setelah saya buka pintu tenda, kabut putih itu sudah tidak terlalu tebal, dan pemandangan alam seperti rawa pening, gunung-gunung dengan gagahnya menampakkan diri. Hingga saya merasa bahwa uji nyali kami terbayar dengan tuntas. Segala rasa capek, rasa was-was, dan segala ketegangan, tergantikan dengan cuaca yang mendukung, di mana kami bisa menikmati keindahan alam, suguhan dari sang Pencipta. Kami bisa berswafoto dengan riang dan gembira. Jalan-jalan, kemudian duduk dari satu gazebo berukuran dua setengah meter itu, menuju gazebo lainnya. Setelah kami merasa puas, dan memutuskan untuk pulang ke kos, di sepanjang jalan, kami disuguhkan pemandangan yang luar biasa, petani yang sedang beraktivitas di ladangnya masing-masing, sawah-sawah yang ditumbuhi padi hijau, gemericik air yang mengalir ke area sawah, dan pohon-pohon rindang di sepanjang pinggir jalan yang membersamai perjalanan kami pulang dapat terlihat, tanpa tertutup kabut seperti saat perjalanan berangkat ke lokasi wisata. Saya sangat bersyukur karena masih bisa menikmati pemandangan alam yang indah itu. Saya tidak bisa membayangkan, jika seandainya hanya kami saja yang kemping di situ. Ditambah jika cuaca terus tidak mendukung. Apa yang akan terjadi? Entahlah, mungkin hanya kekecewaan yang bersemayam. Mohammad Iqbal Shukri Mohammad Iqbal Shukri tinggal di Semarang, kesehariannya sibuk berproses untuk menjadi pembelajar yang baik, dimanapun, kapanpun dan dengan siapapun. Selebihnya suka menikmati kehidupan, hidupku, hidupmu, hidup mereka, dan selalu mengingat terhadap yang menghidupkan kita.
Terima Kasih Bintangnya 🙂 Sudah mengerti belum kalo di Semarang tersedia spot wisata baru yang kece dan hits? namanya IAmpelgading Homeland. Ini adalah wisata baru yang menawarkan pesona keindahan alam perbukitan yang benar-benar menawan. Karena sebetulnya wisata ini berada di kawasan lereng pegunungan, jadi lumrah sekali andaikan keadaan alam di sana amat memukau. Photo by bung_fatah I Ampelgading Homeland cocok banget sebagai area liburan untuk keluarga. Sebab, tidak cuma menjadi spot favorit bagi muda-mudi, tapi terhitung bagus untuk refreshing orang tua dan anak-anak. Photo by den_dayat_ Panorama alam kurang lebih yang terlihat terlalu memanjakan mata. Belum lagi suhu hawa di sana terlalu sejuk, dan tepat banget untuk merefresh pikiran. Buat kamu yang kembali suntuk, tempat ini wajib untuk kamu kunjungi! Wisata IAmpelgading Homeland Photo by ayukryansari Selain punyai panorama alam yang indah, I Ampelgading Homeland Semarang ini termasuk tidak menguras kantong. Jadi, kamu tak perlu berkhayal biaya tiket masuknya. Photo by Meskipun wisata ini tetap terbilang baru, tapi pengunjung lumayan antusias mendatangi wisata ini. Sebagian besar wisatawan menyukai aktifitas foto selfie. Terutama bagi penggemar foto selfie, pasti ini menjadi spot yang favorit banget. Photo by singgihdatya Tersedia banyak ragam spot foto kece di sana, tentu saja mampu membuat kamu suka untuk berburu foto. Gardu pandang merupakan salah satu spot foto yang ada di sana dan sangat digemari para pengunjung untuk berswafoto. Photo by fauziah_hsnhh Berada di ketinggian Mdpl sebetulnya menjadikan keadaan di sana begitu nyaman banget, fresh dan tenang. Yuk cepat sempatkan waktu untuk mengunjungi! Lokasi Wisata Photo by singgihdatya Bila anda belum memahami lokasinya, maka dapat kami kasih sadar, tenang saja! yaitu terdapat di Dusun Ampelgading, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Photo by riifography Wisata ini berjarak lebih kurang 35 Km dari Ambarawa. Bila kamu familiar bersama dengan Candi Gedong Songo, maka tetap satu jalur. Patokannya adalah Pasar Bandungan. Tinggal arahkan perjalananmu menuju Ampelgading. Kamu dapat terhitung mengikuti panduan di Peta Google bersama menggunakan teknologi GPS yang ada di Smartphone kamu. Harga Tiket Masuk I’Ampelgading Homeland Photo by muhamadiqbalmi84 Untuk dapat masuk obyek wisata ini, anda cukup membayar biaya masuk bersama dengan harga Rp per orang. Harga berikut sangat tidak mahal, karena di sana anda bisa liburan sepuasnya bersama nikmati segala suguhan alam yang istimewa. Jangan lupa ajak orang-orang terdekatmu, pasti membuat mereka seluruh mulai gembira. Navigasi pos This div height required for enabling the sticky sidebar
Liburan bersama keluarga atau teman-teman menikmati pemandangan alam menyegarkan di atas perbukitan sangat menyenangkan. I AMpelgading Homeland di Semarang Jawa Tengah, lokasi yang seru cocok untuk berkemah. Yuk simak ulasan di bawah ini. Pesona Keindahan Perbukitan Ilustrasi via instagram singgihdatyaAmpelgading Bandungan atau biasa disebut dengan I AMpelgading Homeland adalah sebuah wisata alam yang baru dibuka pada 2017 lalu, menyajikan pesona keindahan perbukitan yang cocok dijadikan refreshing bersama keluarga maupun teman-teman. Udara sejuk juga akan menyapa Teman Traveler apalagi perbukitannya tepat berada di lereng gunung dengan ketinggian mdpl. Selain itu saat cuaca cerah akan disuguhkan view Gunung Merbabu, Lawu, Telemoyo, Andong dan Sindoro. Aktivitas yang Bisa Dilakukan Ilustrasi via instagram Teman Traveler dapat melakukan beberapa aktivitas wisata seperti berkemah pada areanya, lalu ketika pagi hari bisa menunggu matahari terbit yang sangat memukau ditemani kabut tipis. Saat sunset pun keindahannya tak diragukan lagi, apalagi ketika malam tiba pemandangan lampu-lampu kota di bawah begitu cantik nan romantis. Jangan lewatkan pula mengabadikan momen di spot-spot swafoto yang tersedia di sana atau pada pemandangan perbukitannya. Ada juga fasilitas bisa dinikmati seperti outbond, wisata menggunakan jeep, hiking dan sebagainya. Fasilitas, Tiket Masuk dan Lokasi Ilustrasi via instagram singgihdatyaSelanjutnya untuk fasilitas terdapat area parkir, toilet, area berkemah, outbond, paket wisata jeep dan hiking serta lainnya. Tiket masuk Rp per orang, biaya camping Rp per orang, harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu. I AMpelgading Homeland terletak di Dusun Ampelgading, Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jam operasional pukul WIB saat hari biasa dan akhir pekan buka selama 24 jam. Demikian ulasan wisata I AMpelgading Homeland di Semarang Jawa Tengah, bisa dijadikan referensi liburan Teman Traveler selanjutnya. Jangan lupa selalu menerapkan protokol kesehatan. Advertisement Tags wisata berkemah wisata di Jawa Tengah wisata di Semarang Wisata Keluarga
Bandungan, Semarang selama ini terkenal dengan Candi Gedung Songo. Namun sekarang ini ada destinasi diatas awan yang layak kamu kunjungi, namanya adalah Ampelgading Home Land. Wisata yang dibangun oleh pemuda sekitar ini menawarkan eksotisme kemegahan Gunung dari ketinggian. Ditambah dengan tatanan spot foto yang kekinian makin instagramable dech foto kamu. Akses menuju wisata Semarang ini memang belum semulus destinasi lain, namun rute menuju lokasi terbilang mudah. Yang jelas destinasi yang sebenarnya bernama I’m Ampelgading Homeland ini tidak PHP. Buat kamu yang suka berswafoto dengan latar Gunung khususnya Gunung Unggaran bisa banget datang ke Destinasi yang berjarak sekitar 13 KM dari Ambarawa ini. Kalau datang ke lokasi pastikan sampai lokasi siang hari ya biar dapat view tanpa kabut. Harga tiket masuk Ampel Gading Setelah mengetahui akses jalan Ampelgading homeland diatas, biasanya kita juga kerap butuh info harga tiket masuk dan tiket parkirnya. Wisata yang dibuka pada 11 November 2017 ini dibandrol dengan tarif yang murah meriah. HTM Rp. Parkir motor Rp. Parkir mobil Rp. Selain itu, buat kamu yang mau camp disana, sudah ada penyewaan tenda, namun dengan kapasitas 2 – 4 orang saja. Lalu untuk biaya campnya hanya 15 ribu per orang. Kalau mau rame-rame terpaksa harus bawa sendiri. Nah untuk untuk harga penyewaan tendanya antara lain. Tenda kap. 2 orang Rp. sedangkan tenda kap. 4 orang Rp. Rental tenda dan alat camping Buat wisatawan yang mau camping bermalam di Ampelgading Homeland bisa menggunakan persewaan tenda yang sudah berdiri disana. Tetapi harus melakukan booking atau pemesanan terlebih dahulu supaya bisa diatur untuk penempatan posisi tenda dan segala perlengkapan yang diminta wisatawan. Telp/Wa 083109049010 Website Kontak di atas adalah milik Baladewe Camp Agency atau agen perkemahan yang biasa melayani pemasangan tenda camping di Ampelgading Homeland. Silahkan langsung hubungi saja untuk booking atau mau bertanya terlebih dahulu. Kamu bisa ambil paket camping yang sudah disediakan atau bisa custom sesuai keinginan. Misalnya ingin pakai tenda kapasitas 4 orang dengan peralatan sleeping bag, matras, lampu, alat masak dan masih banyak lagi. Disana juga tersedia api unggun yang tarifnya saat ini dihitung satu ikat kayu. Paket tersebut tentu akan memudahkan para wisatawan yang suka camping atau komunitas yang sedang touring ke wilayah Bandungan Kab. Semarang. Rute menuju ke Ampel Gading tidaklah sulit. Kamu cukup mengikut jalur menuju ke Candi Gedung Songo. Pasalnya tempat ini sejalur dengan Gedong Songo yakni setelah Pasar Bandungan. Dari Pasar tetap lurus lalu ikuti sampai ada Gapura besi Dusun Clowok RW 05, Desa Kenteng, lalu belok ke kiri. Setelah itu kamu akan menemukan pertigaan di sebelah kanan. Silahkan belok kanan dan ikuti hingga kamu menemukan Ampelgading home land. Alamat Jl. Ampel Gading, Gatun, Duren, Kec. Bandungan, Semarang, Jawa Tengah 50614 Google map Klik disini Selain itu, lokasinya sudah ada di Google. Kamu bisa gunakan pentujuk arah yang ada di map untuk menuju ke lokasi. Sekarang sudah tahu kan akses Ampelgading Homeland Semarang serta harga tiketnya.
Bandungan adalah salah satu daerah di Kabupaten Semarang yang terkenal dengan wisata Gedong Songo. Bandungan sendiri berada di lereng Gunung Ungaran, yaitu gunung tertinggi di Kabupaten Semarang, membuat daerah ini memiliki udara yang cukup sejuk. Nah, berbicara mengenai Bandungan, ada tempat wisata keren di Bandungan yang harus kamu kunjungi, terutama bagi kamu yang hobi foto. Wisata tersebut bernama I'Ampelgading Homeland baca ai-em-pelgading homlen, ribet ya? I’Ampelgading Homeland atau Ampelgading berada di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Wisata I’ampelgading Homeland ini dibangun dan dikelola oleh pemuda Desa Kenteng sendiri loh guys, sangat menginspirasi ya. view gunung merbabu. foto Sejak diresmikan, I’Ampelgading Homeland sudah memikat banyak hati wisatawan loh, terutama kalangan anak muda yang hobi selfie. Tapi tetap saja di hari biasa objek wisata Semarang satu ini lumayan sepi pengunjung. Di I’Ampelgading Homeland sendiri sudah terdapat beberapa gardu pandang dengan background pemandangan alam Kabupaten Semarang. Selain itu terdapat juga ikon besar bertuliskan I’Ampelgading Homeland dengan background Gunung Ungaran. FYI Wisata I’Ampelgading Homeland ini diresmikan pada tanggal 11 November 2017 oleh Bupati Kabupaten Semarang langsung. spot foto sarang burung. foto fauzannarr Dari sini kita akan langsung disuguhi view Gunung Merbabu daan Telomoyo yang terlihat biru. View serupa bisa kita rasakan ketika berkunjung ke Gedong Songo. Oh iya, di Ampelgading ini kita juga bisa ngecamp loh, sangat cocok dijadikan alternatif selain Basecamp Mawar dan Gedong Songo. Sebenarnya pihak pengelola menyediakan tenda, cuma kebanyakan tenda yang disediakan berkapasitas 2 orang. Jadi jika kamu ingin ngecamp dengan lebih dari 2 orang lebih baik membawa tenda sendiri. Nah, bagaimana, apa kamu tertarik berkunjung ke Ampelgading Homeland? sunrise ampelgading. foto Fasilitas yang ada FASILITAS Musholla Toilet Tempat Parkir Spot Foto Warung Makan Taman mini Dan masih banyak lagi Harga Tiket Masuk Ampelgading HTM Untuk dapat masuk ke kawasan Ampelgading kita hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. saja. Parkir Motor Rp. Mobil Rp. Prewedding Rp. Biaya Camp Camping Rp. Parkir Motor Rp. Mobil Rp. Tenda kapasitas 2 orang Rp. Tenda kapasitas 4 orang Rp. Kontak Wa 083109049010 Jam Buka Ampelgading buka setiap hari selama 24 Jam Lokasi Ampelgading Bandungan Ampelgading Homeland terletak di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Lalu, bagaimana cara menuju I’Ampelgading Homeland? Tenang, bagi kamu yang ingin berlibur ke I’ampelgading Homeland Bandungan, bisa mengikuti rute di bawah ini. Dari Arah Kota Semarang Dari pusat Kota Semarang, kamu bisa menuju ke arah Ungaran atau Bandungan, ikuti saja petunjuk arah Candi Gedong Songo, lokasi I’Ampelgading Homeland ini berada sebelum Gedong Songo. Yaitu, dari Pasar Bandungan ambil arah Candi Gedong Songo, tetap ikuti jalan hingga kamu menemukan gapura besi Dusun Clowok RW 05, Desa Kenteng di kiri jalan. Maju sedikit kamu akan menemukan pertigaan di kanan jalan dengan petunjuk bertuliskan “Gedung Pertemuan Ampel Gading” di kiri jalan. Silahkan belok kanan di pertigaan tersebut dan ikuti jalan saja hingga kamu menemukan lokasi I’Ampelgading Homeland, jika bingung kamu bisa bertanya ke warga sekitar. Tips Berlibur ke Ampelgading Homeland Datanglah saat siang hari, karena ketika pagi biasanya pemandangan tertutup kabut dan saat sore sering hujan. Lebih disarankan menggunakan kendaraan pribadi, terutama motor, pastikan juga kendaraanmu dalam keadaan prima. Jangan membuang sampah sembarangan dan selalu taati aturan ya. sumber foto headerakun IG anggameiggie
ampelgading homeland semarang jawa tengah